Hakekat Mengenal Manusia Dalam Proses PenciptaanNYA

Hakekat Mengenal Manusia Dalam Proses PenciptaanNYA

Tiap insan manusia ternyata wajib mengenal diri sendiri, siapakah saya ? dan darimana kita berasal ? dan pertanyaan itu ternyata adalah proses pencarian jati diri dan hakikat yang harus kita cari dalam menemukan arti hidup yang akan jadi dasar untuk kita menjadi manusia yang beriman.

Kita mengenal diri kita adalah manusia sebagai makhluk ciptaanNYA saat kita mulai lahir dan belum menerti apa-apa sampai didik oleh orang tua untuk menjadi manusia yang berguna, akan tetapi untuk mengenal kita siapa lebih dalam memang butuh proses dalam hidup dan kalau kita tidak mencari hakikat kita siapa maka termasuk kita dalam golongan manusia yang merugi.

“Hendaklah manusia merenungkan, dari apa ia diciptakan. Ia diciptakan dari air yang terpancar, yang keluar dari antara tulang sulbi dan tulang dada”(Q.S. at-Taariq [86]: 5-7)

Berkaitan dengan hal ini, terdapat sebuah atsar yang menyebutkan bahwa “Barang siapa mengenal dirinya, niscaya ia mengenal Tuhan-nya.”

Mengenal awal penciptaan manusia

Tidak terbuktinya penelitian yang di teorikan Darwin adalah bukti mukzizat Alquran sebagai kitab yang kita Imani.

Bila ilmuan arkeolog dikumpulkan dan ditanya tentang asal usul nenek moyangnya dari manusia purba yang berasal dari sejenis kera maka tidak ada yang mengakuinya nenek moyangnya jari sejenis kera.

Sebelum terjadinya penciptaan Adam As sebagai manusia sebagai makhluk penciptaanNYA malaikat dan makhluk lainnya menjadi saksi :

“Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Maka, apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan ke dalamnya ruh (ciptaan)-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.”(Q.S. al-Hijr [15]: 28-29)

Dan ini adalah surah yang membuktikan mailakat bersaksi atas firman ALLOH

“Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka berkata, “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman, “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” (Q.S. al-Baqarah [2]: 30)

Tuhan Berfirman, ” Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kalian ketahui”

Dan dalam tafsir surat (Q.S. al-Baqarah [2]: 30)As-Syaikh Abdurahman Jalaluddin As Suyuthi Rohimakumulloh, menyusun Kitab Tafsir Enam Jilid, yang dinamakan,”AD DURUL MANSYUR” Di dalam jilid I halaman 45. Beliau menukil keterangan dari Sahabat Ibnu Abbas Rodliyallohu Anhu, tentang ayat tersebut di atas.

Menurut keterangan Sahabat Ibnu Abbas, sebelum Adam Alaihi salam turun ke muka Bumi ini kurang 2000 tahun, di bumi ini ditempati oleh kaum yang namanya BANUL JAN.

Kaum Banul Jan itu memuat dua macam kesalahan besar, yaitu :

1).Kesalahan yang pertama, membuat kerusakan di muka bumi.

2). Kesalahan yang kedua, tidak mau mengadakan Shilaturahmi malahan mengadakan pertumpahan darah

Mungkin dari tafsir tersebut di atas makhluk yang menyerupai manusia atau makhluk sebelum Adam As,kemungkinaninilahyang ilmuan arkeologi menyebut nenek moyang manusia atau manusia purba.

Adapun keterangan yang menerangkan bahwa Adam Alaihi Salam itu manusia pertama adalah kitab Bibel Bab Kejadian Pasal II ayat 7:

“Ketika itulah Tuhan Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya, demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup”.

Maka bila kita sebagai manusia yang beriman dan meyakini adanya ALLOH sebagai Maha Pencipta kita Wajib beriman pula kepada kitab Al-Quran sebagai penyempurna dan pedoman.

Setelah penciptaan Adam As

Kemudian setelah penciptaan Adam, manusia diciptakan melalui proses yang sudah ada di dalam isi Al quran dan juga menjadi dasar dalam ilmu kedokteran sebagai berikut :

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah dia menciptakan kamu dari tanah, kemudian tiba-tiba kamu (menjadi) manusia yang berkembang biak. (Q.S. ar-Rum [30]: 20)

”Dan di antara tanda-tanda yang membuktikan kekuasaannya dan rahmatNya, bahwa Dia menciptakan untuk kamu (wahai kaum lelaki), isteri-isteri dari jenis kamu sendiri, supaya kamu bersenang hati dan hidup mesra dengannya dan dijadikanNya di antara kamu (suami isteri) perasaan kasih sayang dan belas kasihan. Sesungguhnya yang demikian itu mengandungi keterangan-keterangan (yang menimbulkan kesadaran) bagi orang-orang yang berfikir. (Surah Ar-Rum: 21)”

Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (adapula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah( Al Hajj 5)

Allah berfirman di dalam al-Qur’an berkenaan tahap-tahap penciptaan manusia : “Wa laqod kholaqnaa al-insaana min sulaalatin min thiin, tsumma ja’alnaahu nuthfatan fii qoroorin makiin, tsumma kholaqnaa an-Nuthfata ‘alaqotan fakholaqnaa al-‘alaqota mudghotan fa kholaqnaa al-mudghota ‘idhooman fakasawnaa al-‘idhooma lahmaan tsumma ansya’naahu kholqon aakhor = Dan sesungguhnya Kami telah menjadikan manusia dari sulaalatin min thiin (suatu saripati dari tanah), kemudian kami jadikan nuthfah (saripati/sperma) itu dalam qoroorin makiin (tempat yang kokoh/rahim), kemudian kami jadikan nuthfah itu ‘alaqoh (segumpal darah), lalu ‘alaqoh itu kami jadikan mudghoh (segumpal daging), lalu mudghoh itu kami jadikan ‘idhooma (tulang belulang) lalu ‘idhooma itu kami bungkus dengan lahma (daging/otot), kemudian Kami jadikan dia makhluk yang lain.” (QS. Al-Mu’minuun 23 : 12-14).

Dan ALLOH menciptakan Manusia dalam 3 penciptaan :

– Adam As, yang diciptakan tanpa ayah dan ibu.

– Hawa, yang diciptakan karena permintaan Adam As juga, dan tanpa ibu.

– Isa As, yang diciptakan tanpa ayah.

“Sesungguhnya perumpaan penciptaan Isa di sisi Allah, adalah seperti penciptaan Adam. Allah menciptakannya dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: “Jadilah!” maka jadilah ia” (QS Ali Imran 3:59).

DAN SEMUA YANG LAHIR DAN TERCIPTA AKAN MATI

Dan Allah menumbuhkan kamu dari tanah dengan sabaik-baiknya. Kemudian Dia mengembalikan kamu ke dalam tanah dan mengeluarkan kamu(daripadanya pada hari kiamat) dengan sebenar-benarnya” Surah Nuh (71): 17 –18

Dari bumi(tanah) itulah Kami menjadikan kamu dan kepadanya Kami akan mengembalikan kamu dan daripadanya Kami akan mengeluarkan kamu pada kali yang lain” Suran Thaha (20): 55

Dari semua surat – surat Al Quran yang menjelaskan Asal Penciptaan Manusia Tersebut diatas semoga kita menjadi mengerti bahwa Manusia bukan keturunan dari Monyet jadi kita harus bisa memuliakan diri kita karena Manusia adalah Khalifah yang berakhlak harus menjadi manusia yang berbudi pengerti dan berakal untuk dapat berfikir bukan sebagai Makhluk Manusia sebagai Perusak jadi kita harus bisa merealisasikan dalam dihidup agar lebih berarti dan hidup yang bermanfaat.

Dan dari dasar ini jasad manusia diciptakan dari Tanah dan Air maka dalam kontek kita harus juga bisa mencintai Tanah dan Air dalam arti yang luas Cinta Tanah Air sebagian dari Iman.

Pos ini dipublikasikan di ISLAMI dan tag , , , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Hakekat Mengenal Manusia Dalam Proses PenciptaanNYA

  1. lulusyahputri berkata:

    Manusia bukan keturunan dari Monyet jadi kita harus bisa memuliakan diri kita karena Manusia adalah Khalifah yang berakhlak harus menjadi manusia yang berbudi pengerti dan berakal untuk dapat berfikir bukan sebagai Makhluk Manusia sebagai Perusak jadi kita harus bisa merealisasikan dalam dihidup agar lebih berarti dan hidup yang bermanfaat.
    ==============================================================

    mengcopas yang ini mas ….sebagai intisari buat diri saya in personal, benar adanya bahwa memang seharusnyalah sebagai manusia kita bercermin diri bahwa ego kekinian mungkin tidak bisa di rasakan saat sekarang, tapi pasti akan membuat diri menjadi ” kecil ” di masa yang akan datang saat semua sudah berubah jai yang ada hanya penyesalan tiada akhir

    btw mantap dan keren mas

    salam kenal
    /lu2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s