Kenapa kita harus melakukan Taubat?

TAUBAT


Merupakan keinginan dan perintah wajib ketika manusia melakukan kesalahan yang menjadikan dosa. Tobat berasal dari kata taaba yatuubu taubatan, yang artinya :

Pertama ar ruju’ kembali, kembali karena kesadaran dari perbuatan yang menyebabkan kita dosa dari perilaku kita dalam kehidupan.

Kedua nadama, menyesal. Menyesal sering mengabaikan perintah Allah.

Dan yang ketiga, nawa, bertekad, berazam untuk memperbaikinya di masa yang akan datang.

Taubat secara istilah adalah kembalinya seorang hamba yang asalnya jauh kepada Allah menjadi dekat kepada Allah, dari maksiat menjadi taat, dari jahililah dan dari musyrik kembali ke tauhid.

Nabi Muhammad Saw bersabda :
“Kullu bani aadama khoththooun wa khoirul khoththtooiina at tawwaabuun”.(“Setiap Anak Adam pasti ada saja berbuat salah (khilaf), tetapi sebaik-baik yang berbuat kesalahan adalah mereka yang bertaubat”).

1. Alasannya karena merupakan kebutuhan manusia

Manusia tak lepas dari suatu kesalahan yang menjadi dosa, dari dosa kecil dan besar ; dosa yang disengaja dan tidak di sengaja ; dosa lahir dan dosa batin ; dan dosa yang tampak dan tidak nampak. Dan karena alasan ini kita sebagai manusia yang diberi akal untuk berfikir dan kesadaran menjadi suatu keingan kembali pada untuk dekat dengan PenciptaNYA .

Imam Ali bin Abi Thalib (sa) pernah bertanya kepada Rasulullah saw tentang firman Allah “Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya “(Al-Baqara: 36).

Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya Allah menurunkan Adam di India, Hawa’ di Jeddah, Iblis di Misan, dan ular di Ashbahan, ular itu berkaki seperti kaki onta. Adam tinggal di India selama seratus tahun menangisi kesalahannya sehingga Allah mengutus Jibril kepadanya dan berfirman: “Wahai Adam, bukankah Aku menciptakanmu dengan tangan-Ku? Bukankah Aku meniupkan ruh-Ku ke dalam dirimu? Bukankah para malaikat-Ku telah sujud kepadamu? Bukankah Aku telah menjadikan Hawa sebagai isterimu? Adam menjawab: Semua itu benar. Kemudian Allah swt bertanya: Mengapa kamu menangis? Adam menjawab: Bagaimana aku tidak menangis sementara aku dikeluarkan dari sisi Yang Maha Pengasih. Kemudian Allah swt berfirman: “Hendaknya kamu bertaubat dengan kalimat-kalimat ini, sesungguhnya Allah akan menerima taubatmu dan mengampuni dosamu. Ucapkan olehmu:

Ya Allah, aku memohon pada-Mu dengan hak Muhammad dan keluarga Muhammad. Maha Suci Engkau tiada Tuhan kecuali Engkau, aku telah melakukan kesalahan dan menzalimi diriku, maka terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha Penerima taubat dan Maha Menyayangi. Ya Allah, aku memohon pada-Mu dengan hak Muhammad dan keluarga Muhammad, aku telah melakukan kesalahan dan menzalimi diriku, maka terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha Menerima taubat dan Maha Menyayangi.
Kemudian Rasulullah saw bersabda: “kalimat-kalimat inilah yang diterima oleh Adam.”
(Kanzul ‘Ummal 1: 234, hadis ke 4237)

Hadis tersebut dengan segala macam redaksinya juga terdapat di dalam kitab:
1. Manaqib Ali bin Abi Thalib, Al-Maghazili Asy-Syafi’i, halaman 63, hadis ke 89.
2. Yanabi’ul Mawaddah, Al-Qundusi Al-Hanafi, halaman 97 dan 239, cet. Islambul; halaman 111, 112, 283, cet. Al-haidariyah.
3. Muntakhab kanzul ‘Ummal, Al-Muntaqi Al-Hindi (catatan pinggir) Musnad Ahmad bin Hambal, jld 1, hlm 419.
4. Al-Ghadir, Al-Amini, jilid 7, halaman 300.
5. Ihqaqul Haqq, At-Tustari, jilid 3, halaman 76.

“Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima taubatnya,”
(Qur’an surah al Baqarah ayat 37)

2. Taubat merupakan perintah Allah kepada seluruh orang yang beriman.

Allah Swt memerintahkan kepada orang-orang yang beriman untuk selalu bertobat kepadaNYA, sebagaimana firmanNya dalam (surat At-Tahriim, 66:8), yang artinya:
”Hai orang-orang yang beriman, bertobatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukan kamu ke dalam syurga yang mengalir di bawahanya sungai-sungai”.

Taubat itu bukan hanya bagi mereka yang sering melakukan maksiat tetapi juga bagi seluruh orang yang beriman. jadi jelas, taubat itu bukan saja kebutuhan kita sebagai manusai yang suka khilaf dan salah, tapi perintah Allah kepada orang-orang beriman.

Dan dalam penggalan surah al Baqarah ayat 222 :

“Sesungguhnya Allah maha menyukai orang-orang yang bertaubat dan dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri”.

Nabi Muhammad saw bersabda,”Taubat itu dasar segala ketaatan”

Dari keterangan di atas mengenai alasan kenapa kita perlu bertaubat, dapat kita simpulkan bahwa pintu permohonan ampunan dari dosa kita dibuka lebar melalui taubat bukan hanya manusia yang baru tersadar akan dosa perbuatannya saja tetapi juga merupakan perintah untuk seluruh manusia yang beriman.

(Surah Al-Imran ayat: 133-136)

133. dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,134. (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.135. dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau Menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui ”.

Sesuatu yang paling awal kalau kita berjalan dijalan Tuhan adalah kita bertaubat, memohon ampun kepada Tuhan dengan Taubatan Nasuha, taubat yang sungguh-sungguh.

Adapun taubatan nasuha itu meliputi 4 hal yang semuanya mesti dlakukan/diamalkan :

1. Melakukan ibadah taubat yaitu puasa taubat, sholat taubat, dzikir kalimat taubat.

2. Adanya penyesalan di dalam hati atas semua dosa-dosa yang telah kita lakukan.

3. Berkeinginan KUAT, untuk tidak berbuat dosa lagi…

4. Melakukan perbuatan baik untuk mengganti perbuatan dosa yang telah kita lakukan.

4 hal itu mesti dilakukan bagi seseorang yang benar-benar ingin bertaubat kepada Alloh ta`ala,

satu saja dari ke empat hal itu tidak dikerjakan, maka tidaklah itu dapat disebut sebagai taubatan nasuha..

Dan sungguh Alloh Maha Pemurah jika kamu memiliki niat dengan hati yang bersih, jiwa yang bersih. Allah membentangkan ampunannya di malam hari untuk mengampuni taubat seorang hamba yang salah di siang hari. Dan Allah membentangkan taubatnya di siang hari untuk mengampuni dan menerima taubat hamba yang salah di malam hari, sampai matahari terbit dari tempat terbenamnya (kiamat).

Pos ini dipublikasikan di ISLAMI dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s