MAKNA TAHUN BARU HIJRIAH

Jika mengingat Tahun baru Islam selalu berkaitan dengan Penanggalan Hijriah yang dihitung berdasarkan Hijrah Nabi Kita Muhammad SAW. Oleh sebab itu sedikit saya ingin belajar apa makna peristiwa hijrah tersebut.

(Hijrah sebagai peristiwa monumental dalam sejarah Islam menjadi awal perhitungan tahun Hijriyah)

Hijrah (Arab:هِجْرَة) berarti pindah atau migrasi dalam bahasa Indonesia. Hijrah merupakan suatu cara yang dilakukan oleh para nabi, untuk melepaskan diri dari alam kebatilan (kondisi dimana manusia tidak hidup dengan Kitab Allah). Dalam kitab suci Al-qur’an dikenal istilah: Iman-Hijrah-Jihad, yang berarti bahwa hijrah muncul dan dilakukan karena dorongan Iman atau percaya bahwa kehidupan yang tidak berpedoman kepada Kitab Allah adalah kekafiran, yang akan membawa manusia pada kebinasaan dan kehancuran.

Meyakini bahwa hanya dengan berpedoman kepada Kitab Allah sajalah keseimbangan dapat diciptakan. Atas dorongan kepercayaan tersebutlah maka hijrah dilakukan, yang dimaksudkan untuk meninggalkan segala bentuk kehidupan yang tidak berlandaskan Kitab Allah dan membangun suatu tatanan baru yang berlandaskan kepada Kitab Allah. Maka dari itu konsekwensi dari berhijrah adalah berjihad, yakni memperjuangkan apa yang dipercayai tadi (Keharusan Kitab Allah sebagai pedoman). Jadi dapatlah disimpulkan bahwa kata hijrah tidak dapat dipisahkan dari kata iman dan jihad.

Sumber: wikipedia

Sedikit surat yang berkaitan dengan hijrah :

الَّذِينَآمَنُواْوَهَاجَرُواْوَجَاهَدُواْفِي سَبِيلِاللّهِبِأَمْوَالِهِمْوَأَنفُسِهِمْأَعْظَمُدَرَجَةًعِندَاللّهِوَأُوْلَئِكَهُمُالْفَائِزُونَ

Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan.

(QS. 9:20)

وَمَنيُهَاجِرْفِي سَبِيلِاللّهِيَجِدْ فِيالأَرْضِمُرَاغَمًاكَثِيرًاوَسَعَةًوَمَنيَخْرُجْمِنبَيْتِهِمُهَاجِرًاإِلَىاللّهِوَرَسُولِهِثُمَّيُدْرِكْهُالْمَوْتُفَقَدْوَقَعَأَجْرُهُ عَلىاللّهِوَكَانَاللّهُغَفُورًارَّحِيمًا

Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dimaksud), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

(QS. 4:100)

Apabila kita sederhanakan, sekurang-kurangnya ada empat bentuk hijrah secara ma’nawi.

1.Hijrah i’tiqadiyah, yaitu meninggalkan segala bentuk keyakinan, kepercayaan dan ikatan-ikatan yang tidak dibenarkan oleh Allah Swt. Ini merupakan kemestian bagi setiap muslim sehingga sangat tidak dibenarkan apabila keyakinan dan kepercayaan seorang muslim masih bercampur dengan keyakinan dan kepercayaan yang tidak Islami.

2.Hijrah fikriyah, yaitu meninggalkan segala bentuk pola berpikir yang tidak sesuai dengan pola berpikir yang Islami, ini berarti setiap muslim harus selalu berpikir dalam kerangka kebenaran Islam, dia tidak boleh memikirkan sesuatu guna melakukan hal-hal yang tidak benar.

3.Hijrah syu’uriyah, yaitu meninggalkan segala bentuk perasaan yang cenderung kepada hal-hal yang tidak benar, bila orang sudah hijrah dari perasaan-perasaan yang tidak benar, maka jiwanya menjadi hidup sehingga jiwanya menjadi sensitif atau peka terhadap segala bentuk kemaksiatan yang membuatnya tidak akan membiarkan kemaksiatan atau kemungkaran itu terus berlangsung.

4.Hijrah sulukiyah, yaitu meninggalkan segala bentuk tingkah laku yang bertentangan dengan ketentuan-ketentuan Allah Swt. Ini berarti seorang muslim sangat tidak dibenarkan melakukan hal-hal yang dilarang Allah dan Rasul-Nya, maka kalau yang dilarang itu tetap dikerjakan oleh manusia, cepat atau lambat, manusia itu akan mengalami akibatnya, baik di dunia maupun di akhirat, begitu juga dengan perintah Allah yang tidak dikerjakannya.

Alloh berfirman, “Maka segeralah (berlari) kembali mentaati Alloh.”

(Adz Dzariyaat: 50)

Semoga di tahun ini dan tahun – tahun berikutnya kita selalu dapat menjadi orang yang jadi lebih baik, tawaqal dan menjadi manusia yang bermanfaat

 

Pos ini dipublikasikan di ISLAMI dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s